Jumat, 30 Juli 2021

Warung Berkah NH Hadirkan Senyum Abang Becak di Masa Pandemi

 Warung Berkah NH Hadirkan Senyum Abang Becak di Masa Pandemi


Bojonegoro, NH News- Jum'at pagi (30 Juli 2021) seiring perlahan mentari beranjak naik, puluhan abang becak, kuli dan buruh di pasar Kota Bojonegoro saling berganti dengan senyum sumringah mengunjungi Warung Berkah NH yang berlokasi di Jalan KH. Mansyur atau persisnya barat Pasar Kota Bojonegoro. Mereka tampak gembira karena LAZ Nurul Hayat menyediakan sarapan dan makan siang gratis untuk dhuafa lewat Progran warung Berkah. Alhamdulillah lewat program ini telah membantu meringkankan salah satu beban kebutuhan dari para dhuafa di sekitar warung berkah, Berupa makan pagi dan siang disaat penghasilan menarik becak makin hari kian berkurang.

Seperti halnya penuturan pak Sakat (60), salah seorang penarik becak yang biasa mangkal di depan gang Antara Ledok Wetan, Bojonegoro yang pagi itu turut menikmati sarapan gratis, "penghasilan narik becak sekarang tidak menentu, mas, dari pagi tadi sampai sekarang saya jg blm dapat penumpang, kadang sampai sore sama sekali gak dapat, kadang dapat Rp.10.000,- ya disyukuri saja, ya alhamdulillah dengan adanya warung berkah ini saya terbantu. Saya senang masih ada yang peduli orang kecil seperti kami, Terimakasih Nurul hayat Dan Donaturnya”

Warung Berkah Ini dimulai dari jam 08.00 hingga habis,yang di sediakan sebanyak 100 porsi makan dan minuman teh atau es teh telah disiapkan mbak Retno Sundari, pemilik warung yang diamanahi penyediaan menu makan untuk program warung berkah ini.

Sahabat Muda Berbagi Sajada

 

Sahabat Muda Berbagi Sajada



Puji syukur Alhamdulillah pada hari Sabtu, 26 Juli 2021 kami dari Genpres SMK 4 telah membantu penyaluran SAJADA(Santunan Janda Dhuafa) oleh LAZ Nurul Hayat Bojonegoro yang dilaksanakan disetiap akhir bulannya.


Meski cuaca yang kurang mendukung karena hujan dan pemadaman, tidak menyurutkan semangat kami untuk menyalurkan program sajada. Penyaluran sajada kali ini kepada Mbah Maryam yang bertempat tinggal di Rt.03 Rw.01 Ds. Tegalkodo Kec. Sukosewu. Mbah Maryam ini pernah mengalami batuk sampai delapan bulan lamanya dan salah satu mata Mbah Maryam mengalami penyakit katarak, karena tidak adanya biaya yang dapat digunakan untuk operasi maka sampai kini penglihatan Mbah Maryam menjadi kabur.
Dan di usianya yang sudah tua renta ini, tidak pernah menyurutkan Mbah Maryam untuk selalu beribadah kepada Allah. Tak hanya sholat lima waktu yang dilaksanakan, sholat sunah malam pun bahkan masih Mbah Maryam laksanakan.


Dari sekilas cerita tadi kita belajar,sebagai generasi muda millenial kita wajib melakukan perkara yang wajib dilakukan, serta menjalankan suatu kesunatan pula, tak memandang usia dan tak memandang kapan ajal menjemput kita kelak.


Semoga Mbah Maryam diberikan kesehatan selalu oleh Allah SWT. Aamiinn
Terima kasih