Jumat, 03 Oktober 2025

Murah atau Sah? Menemukan Pilihan Terbaik dalam Aqiqah Anak

Murah atau Sah? Menemukan Pilihan Terbaik dalam Aqiqah Anak

Aqiqah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak. Namun, dalam memilih jasa aqiqah, sering kali kita dihadapkan pada pilihan antara harga yang murah dan keabsahan syariat. Artikel ini akan membantu Anda memahami pentingnya memilih jasa aqiqah yang tepat, serta memberikan panduan untuk menemukan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda.


🐐 Apa Itu Aqiqah?

Aqiqah adalah ibadah dengan menyembelih kambing atau domba sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Dalam syariat Islam, aqiqah dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran, namun jika belum terlaksana, bisa dilakukan kapan saja. Hewan yang disembelih harus memenuhi syarat tertentu, seperti sehat dan tidak cacat, serta disembelih dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam.


💸 Murah Belum Tentu Sah: Mengapa Harga Bukan Segalanya

Sering kali, kita tergoda dengan harga aqiqah yang murah. Namun, penting untuk diingat bahwa harga yang murah belum tentu mencerminkan kualitas dan keabsahan syariat. Beberapa penyedia jasa mungkin memang menawarkan harga yang rendah, tetapi belum tentu memenuhi standar syariat dalam penyembelihan dan pengolahan daging. Oleh karena itu, memilih jasa aqiqah yang murah tanpa mempertimbangkan aspek keabsahan syariat dapat berisiko.


✅ Tips Memilih Jasa Aqiqah yang Tepat

1. Periksa Legalitas dan Sertifikasi Halal

Pastikan penyedia jasa aqiqah memiliki izin usaha yang sah dan sertifikasi halal dari lembaga resmi. Sertifikasi ini menjamin bahwa seluruh proses, mulai dari penyembelihan hingga pengolahan daging, dilakukan sesuai dengan syariat Islam Bagus Kali.

2. Tinjau Reputasi dan Pengalaman Penyedia Jasa

Cari tahu tentang reputasi penyedia jasa aqiqah dengan membaca ulasan dan testimoni dari pelanggan sebelumnya. Pengalaman mereka dalam melayani aqiqah dapat menjadi indikator kualitas layanan yang mereka tawarkan Aila Aqiqah Yogyakarta.

3. Perhatikan Kualitas Hewan yang Digunakan

Pastikan jasa aqiqah menyediakan kambing atau domba berkualitas, sesuai dengan kriteria syariat, seperti sehat, tidak cacat, dan berusia cukup. Hewan yang digunakan harus memenuhi standar kesehatan dan syariat Islam Argumen - Kebenaran Butuh Suara.

4. Bandingkan Paket dan Harga yang Ditawarkan

Tanyakan tentang berbagai paket yang ditawarkan dan bandingkan harga serta layanan yang termasuk dalam paket tersebut. Pilihlah yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan Anda, tanpa mengorbankan kualitas dan keabsahan syariat Aila Aqiqah Yogyakarta.

5. Periksa Layanan Tambahan yang Diberikan

Beberapa penyedia jasa aqiqah menawarkan layanan tambahan seperti catering dan pengiriman. Pastikan untuk menanyakan layanan tambahan ini jika Anda memerlukannya, agar proses aqiqah berjalan lancar dan sesuai dengan harapan Bagus Kali.

6. Komunikasi yang Baik dan Responsif

Pilihlah jasa aqiqah yang responsif dan komunikatif. Penyedia yang baik akan menjawab pertanyaan Anda dengan jelas dan membantu Anda dalam setiap tahap perencanaan Amanah Aqiqah Bekasi.

7. Kunjungi Lokasi Penyedia Jasa (Jika Memungkinkan)

Jika memungkinkan, kunjungi lokasi penyedia jasa aqiqah untuk melihat langsung fasilitas dan proses mereka. Ini membantu Anda memastikan semuanya sesuai dengan standar yang diharapkan Aila Aqiqah Yogyakarta.


🧾 Kesimpulan: Pilih yang Tepat, Jangan Hanya Murah

Dalam memilih jasa aqiqah, penting untuk tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga memastikan bahwa layanan tersebut memenuhi standar syariat Islam. Harga yang murah belum tentu menjamin kualitas dan keabsahan syariat. Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat menemukan penyedia jasa aqiqah yang tepat, sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda, serta memastikan ibadah aqiqah anak Anda sah dan berkah.

Senin, 08 Januari 2024

Wes Wayae TaNHur 11,7 Hektar.

 Wes Wayae TaNHur 11,7 Hektar.

Bersama Para Petani Pemberdayaan Desa Sejahtera kembali mengelorakan semangat Kearifan Budaya Lokal yang selama ini sudah jarang kita temui "SAMBATAN" Gotong Royong dalam hal pertanian untuk mewujudkan hasil yang maksimal
Dulu Gotong Royong dijadikan sebagai pondasi kunci keberhasilan bersama sama.
Oleh Karena itu program Pemberdayaan Desa Sejahtera Nurul Hayat Ini kita melibatkan semua pihak, dari Petani,Perhutani, Pemerintah, Akademisi, Pengusaha,Perbankan, Lembaga Amil Zakat, Dll, Semoga Permasalahan Mulai Hulu sampai Hilir bisa Terselesaikan Sehingga Petani Sejahtera.

Minggu, 07 Januari 2024

Doa Masuk Masjidil Haram

  Doa Masuk Masjidil Haram

Doa Masuk Masjidil Haram. Masjidil Haram merupakan masjid terbesar di dunia yang terletak di kota Makkah, Arab Saudi. Masjid yang juga disebut Masjid Al-Haram ini adalah tujuan utama umat muslim dalam ibadah haji. Masjidil Haram artinya masjid yang memiliki tanah haram. Menurut sejumlah ulama, dinamakan tanah haram karena di dalam tanah tersebut berlaku berbagai ketentuan yang mengharamkan kita melakukan banyak hal, seperti berburu, mengangkat senjata, mematahkan tumbuhna, serta dimasuki oleh kafir.

Hal tersebut sebagaimana firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 28 yang berbunyi:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini,” (QS. At-Taubah: 28).

Masjid ini dibangun mengelilingi Ka’bah yang merupakan arah kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia dalam menjalankan ibadah salat. Oleh karena itu, umat Islam yang akan masuk ke rumah Allah SWT tersebut sangat dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu.

Lantas, bagaimana doa ketika masuk Masjidil Haram? Begini bunyinya :

اللَّهُمَّ أَنتَ السَّلاَمُ وَ مِنكَ السَّلاَمُ وَاِلَيكَ يَعُودُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا يَا رَبَّنّا بِالسَّلاَمِ وَ أَدخِلنَا الجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكتَ رَبَّنَا وَ تَعَالَيتَ يَا ذَاالجَلاَلِ وَالاِكرَام

للَّهُمَّ افْتَحْ لِي أبْوَابَ رَحْمَتِكَ. بِاسْمِ اللَّهِ وَالحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ

Allahumma antas salaam wa minkas salaam fahayyinaa rabbana bis salaam wa adkhilnal jannah daaras salaam, tabaarakta wa fa?aalaita yaa dzal jalaali wal ikraam. Allahummaf tah lii abwaaba rahmatik wa maghfiratik wa adkhilnii fiihaa. Bismillaah wal hamdulillah was shalaatu was salaamu ‘alaa rasuulillah.

Artinya : “Ya Allah, Engkau sumber keselamatan dan dari-Mu lah datangnya keselamatan, hidupkanlah kami wahai Tuhan kami dengan keselamatan, dan tempatkanlah kami pada surga, negeri keselamatan. Maha banyak anugerah-Mu dan Maha Tinggi Engkau wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan. Ya Allah amunilah dosa-dosaku dan bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu. (Aku masuk masjid ini) dengan nama Allah disertai segala puji bagi Allah, serta salawat dan selamat untuk Rasulullah SAW.”


Senin, 01 Januari 2024

Hukum Umroh dari Ihram Sampai Cukur

 Hukum Umroh dari Ihram Sampai Cukur

Hukum Umroh dari Ihram Sampai Cukur. Ibadah umrah memiliki banyak kesamaan dengan ibadah haji. Ibadah umrah wajib dilakukan seumur hidup sekali. Umrah wajib memiliki rukun yang hampir sama dengan ibadah haji wajib sehinga keduanya tidak dapat dipisahkan. Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin dalam Kitab Buysral Karim mengutip hadits riwayat Aisyah ra yang mengaitkan haji dan umrah wajib sebagai jihad bagi kalangan perempuan.

وأما العمرة فعلى الْأَظْهَرِ لما صَحَّ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قالت هَلْ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ وَلَا يُغْنِي عَنْهَا الْحَجُّ؛ لِأَنَّ كُلًّا أَصْلٌ برأسه لختلاف ميقاتهما زَمَانًا ومكانا فَلَا يُشْكِلُ بِإِجْزَاءِ الْغُسْلِ عَنْ الْوُضُوءِ لبناء الطهارة على التداخل؛ لِأَنَّ كُلَّ مَا قُصِدَ من الْوُضُوء مَوْجُودٌ فِي الْغُسْلِ

Artinya, “Umrah sendiri menurut pendapat paling kuat adalah wajib sebagaimana riwayat shahih dari Aisyah RA. Ia bertanya kepada Rasulullah, ‘Apakah ada kewajiban jihad bagi perempuan?’ ‘Jihad tanpa peperangan, yaitu haji dan umrah,’ jawab Rasulullah SAW. Haji saja tidak memadai tanpa umrah karena tiap-tiap satu dari keduanya asalnya adalah sama, berbeda miqatnya baik waktu dan tempatnya. Masalah ini tidak musykil karena mandi memadai itu tanpa wudhu karena hal bersuci tumpang tindih karena apa yang menjadi tujuan wudhu terdapat pada mandi,” (Lihat Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin, Buysral Karim, [Beirut, Darul Fikr: 2012 M/1433-1434 H], juz II, halaman 501).

Tidak ada yang membedakan rukun haji dan rukun umrah selain masalah wukuf. Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin dalam kitab yang sama menyebutkan lima rukun umrah sebagai berikut :

وأركان العمرة أربعة بل خمسة وهي ما عدا الوقوف وهي الإحرام والطواف والسعي والحلق والترتيب في جميعها على ما ذكره وكلها تصح مع الحدثين إلا الطواف وهو أفضلها عند م ر وعند حج الوقوف لأنه الركن الأعظم لفوات الحج بفواته ثم بعدهما السعي والحلق 

Artinya, “Rukun umrah berjumlah empat bahkan lima selain wukuf pada haji, yaitu ihram, tawaf, sa’i, cukur, dan tertib pada semua rangkaian umrah sebagaimana disebutkan. Semua sah dilakukan meski dalam keadaan hadats selain tawaf karena ia amal paling utama menurut Syekh Ar-Ramli. Sedangkan menurut Ibnu Hajar, amal paling utama adalah wukuf karena ia rukun terbesar di mana ibadah haji luput karena luputnya wukuf. Setelah keduanya baru sa’i dan cukur,” (Lihat Ba’asyin, 2012 M/1433-1434 H: II/516).

Adapun tertib merupakan rukun tersendiri dalam ibadah umrah. Oleh karena itu, ihram sebagai rukun pertama umrah tidak dapat ditempatkan di tengah atau di akhir.

فلا بد من تقديم الإحرام على الكل ثم الطواف على ما بعده ثم السعي على نحو الحلق

Artinya, “Tidak boleh tidak untuk mendahulukan ihram atas rukun-rukun lainnya, lalu taqaf setelah itu, sa’i menuju cukur,” (Lihat Syekh M Sulaiman Al-Kurid, Al-Hawasyil Madaniyah, [Indonesia, Al-Haramain: tanpa tahun], halaman 230).

Adapun Sayyid Utsman bin Yahya dalam Kitab Manasik-nya melalui table yang cukup rapi menyebutkan lima amalan rukun umrah yang harus dilakukan oleh jamaah haji dan umrah :

  1. Ihram
  2. Tawaf
  3. Sa’i
  4. Cukur
  5. Tertib

“Rukun-rukun umrah: ihram, tawaf, sa’i, cukur, tartib,” (Sayyid Utsman bin Yahya, Manasik Haji dan Umrah, [Jakarta, Alaidrus: tanpa tahun], halaman 14-15). Adapun umrah sunnah dan umrah wajib memiliki rukun yang sama. Hanya saja umrah sunnah dapat dilakukan di luar waktu haji (Syawwal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah). Wallahu a’lam.


Minggu, 10 September 2023

To Do List Persiapan Berangkat Umroh

 To Do List Persiapan Berangkat Umroh

To Do List Persiapan Berangkat Umroh. Umrohatau biasa disebut haji kecil, adalah kegiatan ibadah dalam agama Islam yang dilakukan dengan beberapa ritual di kota suci Makkah, khususnya Masjidil Haram. Bagi jemaah dari Indonesia, umroh bisa jadi pilihan utama sembari menunggu antrian haji yang cukup panjang.

Calon jemaah, khususnya kalangan muda, yang baru pertama kali berangkat ke Tanah Suci, biasanya bertanya-tanya hal apakah yang harus dipersiapkan sebelum berangkat umroh. Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan bagi jemaah umroh. Tujuh hal penting untukpersiapan umroh pertama kali itu adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui Musim di Arab Saudi

Di Arab Saudi hanya terdapat dua musim, yakni panas dan dingin. Meski mirip dengan Indonesia, terdapat perbedaan dari segi kelembaban yang menyebabkan di Arab sangat jarang sekali hujan.

Dua kota yang tentunya disinggahi oleh para peziarah dari Indonesia adalah Makkah dan Madinah, yang memiliki sedikit perbedaan suhu karena letak geografisnya. Kalau kita sudah mengetahui suhu dan musim di sana, kita bisa menyesuaikan dan mengantisipasi dengan membawa perlengkapan untuk kenyamanan kita selama di Arab Saudi.

2. Menjaga Kesehatan

Tata cara umroh banyak yang membutuhkan kekuatan fisik, seperti tawaf (keliling Kabah) sebanyak 7 kali dan sai (berlari kecil dari Safa ke Marwah) 7 kali. Jarak tempuh tawaf sangat bergantung pada kedekatan jemaah dengan Ka’bah yang menjadi pusat pengitaran, mulai dari 200 meter seputaran (1.400 meter untuk 7 putaran) dan semakin jauh dari Ka’bah semakin jauh jarak tempuh. Lalu, jarak antara Shafa ke Marwah sekitar 450 meter, sehingga perjalanan tujuh kali berjumlah kurang lebih 3,15 kilometer. Jadi, tawaf dan sai adalah perjalanan total minimal 4,55 kilometer ditempuh dengan jalan kaki.

Kemudian, selain beribadah di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi, biasanya ketika jamaah ke Tanah Suci juga sekaligus berziarah ke tempat lainnya yang terletak di kota berbeda, seperti Masjid Al Aqsha dan Gunung Jabal Nur. Oleh sebab itu, kesehatan fisik sangat penting saat kita berada di Tanah Suci.

3. Membawa Keperluan Pribadi

Kalau kita sudah mengetahui gambaran kondisi suhu, musim di Tanah Suci, kita bisa mengantisipasi dengan membawa keperluan pribadi seperti obat-obatan, perawatan tubuh dan pakaian yang sesuai. Kalau kita tidak terbiasa dingin dan gampang masuk angin terutama di malam hari, kita bisa membawa minyak angin atau jamu penghangat tubuh.

Kemudian, karena keadaan udara di Arab yang kering, jemaah terutama yang wanita perlu membawa lotion untuk menjaga kelembaban kulit. Selain itu, untuk wanita harus menggunakan pakaian sopan dan tertutup. Masker penutup wajah diperlukan untuk menjaga pernapasan terutama saat bepergian ke luar saat ada angin kencang yang bisa membawa pasir.

4. Mengetahui Aturan di Arab Saudi

Terdapat sejumlah aturan terkait kesopanan di negara Islam ini, yang terangkum dalam Piagam Kesopanan Umum (Public Decorum Charter). Secara umum seperti dikutip dari visitsaudi.com, semua orang harus berpakaian sopan dan wanita harus menutupi bahu dan lutut di tempat publik. Di tempat umum, orang juga tidak boleh bermesraan serta menggunakan bahasa kasar atau menunjukkan gaya tubuh yang tidak sopan.

Selain itu, tidak diperbolehkan membawa, membeli dan mengkonsumsi minuman beralkohol di Arab. Tidak diperkenankan juga melakukan tindakan yang menunjukkan kebencian, rasisme, diskriminasi, dan perilaku tidak senonoh termasuk kekerasan seksual. Pelanggar aturan kesopanan ini akan terkena denda mulai dari SAR50 hingga SAR6.000 (Rp180.000 hingga Rp2,25 juta).

5. Mempelajari Kebiasaan di Tanah Arab

Ada beberapa kebiasaan baik orang-orang asli Arab. Salah satunya adalah ketika azan berkumandang, semua orang pasti langsung meninggalkan aktivitas atau pekerjaannya dan pergi untuk shalat berjamaah di masjid. Jadi, tidak heran bila pedagang di pasar meninggalkan begitu saja barang dagangan ketika mendengar panggilan shalat.

Contoh lain, orang Arab terbiasa bersuara keras dalam mengekspresikan kekuatan dan ketulusan. Namun, hal ini jangan disalahartikan bahwa mereka gampang marah, hanya saja memang kebiasaan mereka seperti itu. Sebaliknya, wanita tidak perlu tersenyum untuk menunjukkan kesopanan karena bisa ditafsirkan sebagai menggoda dalam budaya Arab.

6. Manasik

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, calon jemaah sangat disarankan untuk mengikuti manasik atau peragaan pelaksanaan ibadah yang diselenggarakan oleh biro perjalanan. Dalam manasik, kita bisa belajar praktik ritual dengan kondisi mirip di Tanah Suci dan menanyakan hal yang belum kita mengerti kepada pembimbing umroh.

 

Umroh murah, mudah, dan terpercaya :

Senin, 31 Juli 2023

Melantunkan Adzan dan Iqamah Ketika Lahirnya Seorang Bayi

 

Melantunkan Adzan dan Iqamah Ketika Lahirnya Seorang Bayi

Melantunkan Adzan dan Iqamah Ketika Lahirnya Seorang Bayi. Anak adalah titipan Ilahi. Anak merupakan amanah yang harus dijaga dengan baik. Dalam upaya itulah seringkali orang tua berusaha sedemikian rupa agar kelak anak-anaknya menjadi orang yang shaleh/sholehah berguna bagi masyarakat dan agama. Dalam hal kesehatan jasmani, semenjak dalam kandungan oang tua telah berusaha menjaga kesehatannya dengan berbagai macam gizi yang dimakan oleh sang ibu. Begitu juga kesehatan mentalnya. Semenjak dalam kandungan orang tua selalu rajin berdoa dan melakukan bentuk ibadah tertentu dengan harapan amal ibadah tersebut mampu menjadi wasilah kesuksesan calon si bayi.

Oleh karena itu ketika dalam keadaan mengandung pasangan orang tua seringkali melakukan riyadhoh untuk sang bayi. Misalkan puasa senin-kamis atau membaca surat-surat tertentu seperti Surat Yusuf, Surat maryam, Waqiah, al-Muluk dan lain sebagainya. Semuanya dilakukan dengan tujuan tabarrukan dan berdoa semoga si bayi menjadi seperti Nabi Yusuf bila lahir lelaki. Atau seperti Siti Maryam bila perempuan dengan rizki yang melimpah dan dihormati orang.

Begitu pula ketika sang bayi telah lahir di dunia, do’a sang Ibu/Bapak tidak pernah reda. Ketika bayi pertama kali terdengar tangisnya, saat itulah sang ayah akan membacakannya kalimat adzan di telinga sebelah kanan, dan kalimat iqamat pada telinga sebelah kiri. Tentunya semua dilakukan dengan tujuan tertentu. Lantas bagaimanakah sebenarnya Islam memandang hal-hal seperti ini? Bagaimanakah hukum mengumandangkan adzan dan iqamah pada telinga bayi yang baru lahir? berdasarkan sebuah hadits dalam sunan Abu Dawud (444) ulama bersepakatn menghukumi hal tersebut dengan sunnah :

عن عبيد الله بن أبى رافع عن أبيه قال رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم أذن فى أذن الحسن بن علي حين ولدته فاطمة بالصلاة (سنن أبي داود رقم 444)

Dari Ubaidillah bin Abi Rafi’ r.a Dari ayahnya, ia berkata: aku melihat Rasulullah saw mengumandangkan adzan di telinga Husain bin Ali ketika Siti Fatimah melahirkannya (yakni) dengan adzan shalat. (Sunan Abu Dawud: 444)

Begitu pula keterangan yang terdapat dalam Majmu’ fatawi wa Rasail halaman 112. Di sana diterangkan bahwa: “yang pertama mengumandangkan adzan di telinga kanan anak yang baru lahir, lalu membacakan iqamah di telinga kiri. Ulama telah menetapkan bahwa perbuatan ini tergolong sunnah. Mereka telah mengamalkan hal tersebut tanpa seorangpun mengingkarinya. Perbiatan ini ada relevansi, untuk mengusir syaithan dari anak yang baru lahir tersebut. Karena syaitan akan lari terbirit-birit ketika mereka mendengar adzan sebagaimana ada keterangan di dalam hadits. (Sumber; Fiqih Galak Gampil 2010)

 

Klik di sini untuk pemesanan Aqiqah Nurul Hayat :

Rabu, 04 Januari 2023

Keunikan Makam Baqi

 Keunikan Makam Baqi

Sekilas tentang Makam Baqi

Makam Baqi salah satu destinasi wisata di Madinah yang selalu dikunjungi jamaah umrah. Di tempat inilah makam  keluarga, sahabat sahabat Rasulullah dimakamkan.

Di arab saudi terdapat tempat yang selalu ramai akan pengunjung haji maupun umroh, dan tidak akan sepi terlebih menjelang musim haji dan umroh

tempat favorit itu adalah makam al baqi’, yaitu pemakaman utama yang terletak di Madinah, Arab Saudi, berseberangan dengan Masjid Nabawi di mana Nabi Muhammad dikuburkan. Di pemakaman ini banyak terdapat keluarga serta sahabat Nabi Muhammad yang dikuburkan. Jannatul-Baqī‘ berarti Taman Surga, juga dikenal dengan nama Baqī` al-Gharqad, pemakaman yang memiliki areal 174.962 meter persegi itu selalu disesaki pengunjung

para jemaah lelaki berjubel saat memasuki areal pemakaman tersebut. Sementara jemaah perempuan hanya dibolehkan di luar saja. Ada tempat khusus untuk berziarah.

Sebelum masuk ke lokasi, terpampang pelang yang berisi larangan tentang ziarah kubur. Seperti larangan untuk berbuat musyrik, menyemen, menginjak dan duduk di atas kuburan.

Tepat di sebelah kanan pintu gerbang utama, terdapat beberapa makam cukup besar. Entah makam siapa itu lantaran tak ada nisan maupu tulisan di atasnya. Hanya ada bongkahan batu ukuran sedang yang dijadikan sebagai alat penanda.

Meski begitu, makam berukuran sekitar 3×4 meter persegi itu ditengarai sebagai makam para sahabat Rasulullah dan keluarganya.

Ini mengingat di depan makam tersebut, ada beberapa personel tentara Arab Saudi yang berdiri siap menghalau peziarah agar tidak berhenti di tempat. Mereka meminta peziarah masuk untuk tidak mengambat pejalan kaki lainnya.

Di makam Baqi ini tersimpan jasad-jasad sahabat dan sejumlah keluarga Rasulullah. Mereka di antaranya As’ad bin Zararah, Utsman bin Mazoun, Abdurrahman bin Auf, dan Sa’ad bin Abi Waqqas. Sedangkan dari keluarga Rasulullah di antaranya Aisyah, Fatimah az-Zahra, Ruqayyah, Zainab, dan Ummi Kultsum.

Ramli, jemaah haji Indonesia asal Padang yang berziarah ke makam Baqi ini mengaku ingin mendoakan para sahabat nabi. Karena  sikap dan perilaku sahabat dianggapnya harus menjadi panutan selain akhlak  Nabi Muhammad SAW.

“Yang terpenting lagi yaitu dapat mengingat kematian,” kata Ramli

makam baqi juga ternmasuk makam terbesar umat islam dan pemakaman tertua dan menjadi salah satu tempat pemakaman terpenting umat.

Gambar Makam Baqi dari jauh

makam baqi dari jauh

Keistimewaan baqi

Di antara keistimewaan Baqi adalah, penghuni makam Baqi termasuk yang pertama kali akan dibangkitkan dari dalam kubur. Yaitu, setelah Rasulullah, Abu Bakar dan Umar. Mereka dibangkitkan di tanah Rasulullah,

Makam Baqi menjadi tempat fenomenal. Selain mengandung nilai historis, juga menjadi tempat spesial di hati Rasulullah.

Penulis Islam dari Mesir, Muhammad Husain Haekal mengungkapkan, pada malam pertama sakit sebelum akhirnya wafat,  Rasulullah tidak dapat tidur. Dalam hatinya Rasul berkata bahwa akan keluar pada malam yang diselimuti musim panas disertai embusan angin di sekitar kota Madinah.

Ketika itu ia keluar hanya ditemani oleh pembantunya Abu Muwaihibah. Nabi pergi ke Baqi, pekuburan muslimin di dekat Kota Madinah.

“Sesampainya di tempat kuburan itu ia berbicara kepada penghuni kubur dan mendoakan keselamatan kepada mereka,” tulis Haekal dalam bukunya Sejarah Hidup Muhammad.

Bahkan dalam sebuah riwayat, kepergian Rasulullah pemakaman Baqi pada malam hari dilakukan setelah mendapat wahyu. Atas perintah Allah, Jibril meminta Nabi Muhammad untuk mendoakan penghuni Baqi.

“Dia berkata kepadaku: ‘Tuhanmu memerintahkanmu pergi ke Baqi’ dan memintakan ampunan buat penghuninya,” sabda Rasul seperti dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah.

Banyak dalil dari Rasulullah yang menjelaskan tentang keistimewaan Baqi ini. Adapun makam para ahlul haram di kota Mekah (al-Mala) ada sebuah riwayat dari Abdullah bin Abbas yang mengatakan, ketika Rasulullah hendak pergi ke makam beliau melewati jalan yang pertama beliau menunjuk dengan tangannya di belakang rambut. Atau dia mengatakan “Di belakang jalinan rambut.”

Abdurraazaq ragu akan hal ini. Dia mengatakan. “Ya makam ini.”

Lalu, aku berkata kepada orang yang memberitahukan kepadaku, “Apakah beliau mengusulkan satu kelompok saja?”

Dia menjawab, “Seperti berikut ini dia berkata,” beliau tidak memberitahukan bahwa beliau mengkhususkan suatu kelompok selain seperti itu beliau mengisyaratkan dengan tangannya di belakang rambut. Kami pernah mendengar Rasulullah mengkhususkan kelompok suku yang berada di hadapan Baitullah.”

Itulah riwayat yang menjelaskan tentang keistimewaan makam di Mekkah. Rasulullah sendiri sering berziarah ke makam ahlul Baqi. Minimal sekali dalam satu pekan beliau tidak menziarahi makam tersebut.

Ketika berziarah, beliau mengucapkan salam kepada ahli kubur di Baqi dan mendoakan agar mereka diberikan ampunan oleh Allah. Hal ini adalah keistimewaan khusus yang tidak diberikan kepada makam-makam kaum muslimin lainnya, baik di belahan dunia barat ataupun timur.

Baca juga : Hotel di Tanah Suci Mekkah Madinah Naik Pesat

  • Alamat : Kompleks Pesantren Tahfidz KEPQ Nurul Hayat, Jl. Gn. Anyar Indah No.48, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294
  • Website : nhumroh.com
  • Map : klik disini
  • No WA : 081233827372
  • Email : cs@nurulhayat.org