Tingal di Rumah Bambu, Yuk Bantu Bedah Rumah Anak Yatim Piatu
Hampir Lima Tahun, Dik Luluk (17th) harus sabar memiliki rumah layak yang diidam-idamkannya. Apalagi pasca kepergian bapak dan Ibuya pergi untuk selamanya.
Gadis Remaja yang masih duduk di Bangku sekolah, ini tinggal bersama kakak laki-laki, di rumah kayu bambu yang rapuh serta dinding dari ayaman bambu sudah bolong-bolong. Bisa dipastikan, jika turun hujan, air langit itu menerobos atap rumah dan membasahi bagian dalam, Sehingga susah untuk istirahat.
Di tambah lagi tidak ada penerangan Listrik serta tidak ada perabotan apaun di dalam Rumah hanya Kompor gas, Serta alat" dapur seadanya peninggalan Ibuya yang di Temui Team Nurul Hayat
Apalagi ditengah wabah Corona saat ini, Dek Luluk libur sekolah dan harus banyak beraktivitas, ibadah, belajar, tilawah al-Qur'an di rumah. Ia berharap ada pihak yg membantu rehab rumahnya agar lebih nyaman ditempati.
Ini menjadi peluang kesempatan bagi dermawan darimana saja utk ikut bersama2, memuliakan anak yatim, sekaligus gotong royong mewujudkan bedah rumah agar lebih layak dihuni. Nurul Hayat, mengawali dengan silaturrahim sekaligus memastikan semua keluarga Dik Luluk dalam kondisi sehat.
Kita tahu, menjadi yatim piatu bukanlah sebuah pilihan, namun dipilih oleh Allah. Sementara pilihan kita yaitu ikut memuliakannya.
Yuk! Kita bersama-sama mewujudkan program bedah rumah untuk anak yatim, sebagai wujud syukur dan mengharap keridhoan Allah SWT.
